header-logo.png
  • Tanggal :25 Juli 2026

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Sampaikan Pernyataan World Heritage Site Managers' Forum pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO

Busan, Republik Korea – Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Ardi Andono, mendapat kehormatan untuk mewakili peserta 8th World Heritage Site Managers' Forum (WHSMF) dalam menyampaikan Statement of the 8th World Heritage Site Managers' Forum pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Republik Korea, pada 21 Juli 2026. Pernyataan tersebut merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan 74 pengelola Situs Warisan Dunia dari 45 negara yang mewakili 66 Situs Warisan Dunia UNESCO, dengan tema "Connection and Communication: Participatory Approaches to Managing World Heritage." Statement tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan Situs Warisan Dunia sangat bergantung pada tata kelola yang inklusif, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan berbasis ilmu pengetahuan, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, masyarakat adat, akademisi, organisasi konservasi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam penyampaiannya di hadapan delegasi negara-negara anggota UNESCO, organisasi penasihat, dan para peserta sidang, Ardi Andono menyampaikan rekomendasi agar Negara-Negara Pihak Konvensi Warisan Dunia memperkuat mekanisme koordinasi lintas sektor, mengakui peran strategis pengelola situs dalam proses pengambilan keputusan, menyediakan dukungan pendanaan dan peningkatan kapasitas, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), secara bertanggung jawab untuk mendukung konservasi dan pengelolaan Situs Warisan Dunia. Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat dan pemegang hak (rights-holders) agar nilai universal luar biasa (Outstanding Universal Value) dapat dipahami, dijaga, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi Indonesia, kesempatan menyampaikan Site Managers' Statement pada sidang resmi UNESCO merupakan kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas kontribusi aktif Indonesia dalam pengelolaan Situs Warisan Dunia. Momentum ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi habitat alami terakhir Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam menerapkan pengelolaan kawasan yang partisipatif, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan. Berbagai pembelajaran yang diperoleh selama forum akan menjadi referensi penting dalam memperkuat tata kelola kawasan, meningkatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dan memperluas jejaring kerja sama internasional untuk mendukung konservasi Badak Jawa.

Keikutsertaan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam World Heritage Site Managers' Forum serta penyampaian Site Managers' Statement pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO terlaksana dengan dukungan dari mitra konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, yaitu ALERT dan The EDGE. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas pengelola kawasan, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendukung upaya pelestarian Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan konservasi Badak Jawa sebagai salah satu mamalia paling langka di dunia.


Copyright© 2026 Balai Taman Nasional Ujung Kulon. All right reserved.